iluhnuna

Alfida Ibu Rumah Tangga Berdaya Melalui Tulisan

9 komentar

Alfida-husna-berdaya-melalui-tulisan

Salah satu berkah bergabung di kelas Blogspedia Coaching ini adalah kita diajak untuk mengenal teman kelas lebih dekat. Jadi inget jaman sekolah dulu deh ada yang namanya tugas kelompok sama temen sebangku. Bedanya ini temen segrup. Mana tidak pernah bertemu pula kan.

Kalau jaman sekolah masih enak ya nyari temen buat berkelompok karena bertemu langsung. Nah kalau di kelas blogspedia gimana? kan temennya cuma dari grup Whatsapp. Disinilah letak keseruannya. 

Mulai dah riweh ala permainan di drama Squid Game. Yang ngga dapet partner langsung di dor. Eh disini ngga lah ya, kalo ngga muncul ya ditendang aja kok. SKSD pun ngga apa-apa lah daripada ketendang kan. 

Siapa sangka kalau akhirnya aku akan membuat postingan tentang profil seorang blogger. Lha wong selama ini ngeblognya solo terus. Kenal beberapa blogger itu pun hanya sekedar tau karena kebetulan satu komunitas atau memang mereka adalah blogger panutan.

Kali ini aku akan mengajak kalian mengenal sosok ibu rumah tangga yang berdaya melalui tulisannya di blog. Mari kita mengenal lebih dalam sosok Alfida Husna 

Siapakah Alfida Husna?

Alfida Husna biasa dipanggil Fida adalah ibu muda asal Karawang yang saat ini memiliki anak yang berusia 16 bulan. Hayoo ada yang satu wilayah dengan Fida juga ngga nih?

Fida pertama kali mengenal blog saat sekolah tepatnya tahun 2011. Sejatinya dia memang sudah suka menulis dari Sekolah Dasar. Sibuk bekerja sebagai staf notaris membuatnya tidak sempat lagi mengisi blognya. 

Tahun 2021 ketika memutuskan untuk resign kerja, Ia menggeluti dunia bisnis. Karena hamil dan melahirkan, bisnisnya jadi tidak terpegang. Saat itulah dia terpikirkan untuk memberdayakan dirinya melalui blog.

Alfida aktif menuliskan kisah dan pemikirannya di alfidahusna.blogspot.com. Alfida menuliskan berbagai macam tulisan meliputi fiksi, parenting, relationship, pengalaman dan tips. 

Selain menulis blog, Fida juga berhasil menerbitkan 3 buku antologi bersama komunitas NulisYuk. Karyanya dapat dibaca dalam buku berjudul Bahagia Tanpa Syarat, Bahagianya Jadi Penulis dan Rindu Paling Dalam.

Sebagai informasi buku antologi adalah buku yang berisi karya sastra sejenis bisa cerpen, esai ataupun puisi yang terdiri dari beberapa penulis yang memiliki tema yang sama dan dibukukan menjadi satu terbitan.

Tips Menulis Buku Antologi Ala Alfida

1. Gabung Komunitas Menulis

2.  Ikuti Temanya

Kebanyakan buku antologi memiliki tema tertentu untuk bahasannya. Jadi tulislah sesuai tema

3. Penuhi persyaratannya

Menulis bersama pastinya ada ketentuan yang harus diikuti diantaranya menulis sesuai jumlah minimal kata yang diminta (Misalnya 800 kata), perhatikan jenis font dan ukurannya, Karya belum pernah dipublish, Bersedia tidak mempublishnya di media apapun ketika lolos.

4. Tulis berdasarkan kisah sendiri atau orang lain

Meskipun kisah aslinya biasa saja, buatlah menjadi tulisan yang dramatis, yang menyentuh hati pembacanya. 

Memilih Menulis Di Blog

Ketika aku bertanya lebih asik mana antara menulis di blog dengan menulis buku antologi? Fida begitulah aku memanggilnya, langsung bingung karena keduanya adalah hal yang dia suka. 

Tapi tentu saja jika dilihat dari segi kenyamanan lebih enak menulis di blog karena bisa menulis tema sesuai keinginan dan bisa menerbitkan tulisan kapan saja.

Kelebihan menulis di blog menurut Fida :

  • Bisa langsung Posting
  • Bisa menulis berbagai tema
  • Tidak dikejar deadline
Kelebihan menulis antologi

  • Bisa dicetak menjadi buku
  • Kolaborasi antar penulis baik senior ataupun junior

Kekurangan menulis antologi :

  • Tidak bisa diposting di berbagai media
  • Harus taat pada S&K (Syarat dan Ketentuan)

Saling Kenal Saling Dekat

Aku termasuk orang yang malu jika harus berkenalan dengan orang baru. Terlebih lagi jika cuma berkenalan lewat chatting. Tapi disuatu malam karena suatu hal. Tentunya masih berkaitan dengan obrolan grup whatsapp, aku nekat ajalah chatting jalur pribadi dengan Alfida.

Ternyata obrolan kami berjalan begitu saja tanpa ada rasa sungkan tapi tetap sopan. Bahkan kami ngobrol via WA sampai tengah malam. 

Terlebih lagi saat kami mendapat tugas untuk menjabarkan alasan menulis di blog, ketika membaca tulisannya aku merasa tersentuh dan langsung ngeklik aja perasaannya. 

Mungkin karena kami sama-sama seorang ibu rumah tangga yang tidak ingin melakukan kegiatan itu-itu saja. Kami juga ingin menjadi pribadi yang terus berkembang, bukan hanya mengembangkan badan.

Begitu juga ketika tulisan ini dibuat. Kami tidak melakukan wawancara formal dengan menuliskan daftar pertanyaan lalu dibalas dengan jawaban tegas. Kami lebih memilih mengajukan pertanyaan random. Karena kami sama-sama mengurus anak dahulu jadi wawancara kami ya sesempetnya bertanya. Pertanyaan yang kami lontarkan lebih ke "yuk lah ngobrol."

Sejauh ini kegiatan yang dilakukan oleh Alfida adalah fokus untuk mengurus anak dan kegiatan domestik lainnya, menulis di blog dan bertekad untuk lulus kelas Blogspedia dan pastinya masih suka menulis antologi. 

Harapan Alfida Untuk Blognya

Dapat bergabung dengan Blogspedia adalah hal yang menyenangkan, tuturnya. Karena bisa belajar ngeblog dari dasar banget.

Ditengah kesibukannya mengurus anak yang berusia dibawah 2 tahun Fida selalu menyempatkan diri untuk mengupdate blognya. 

Layaknya ibu pada umumnya, disiang hari Ia fokus bermain bersama anak, jika ada ide yang mampir Ia akan segera mencatatnya. Untuk eksekusi menjadi tulisan dilakukan malam hari ketika anaknya sudah tertidur lelap.

Fida memiliki harapan bahwa blognya :

  • Kelak bisa dibaca oleh anaknya
  • Pembuktian diri sebagai ibu yang berdaya meski sarjana di rumah
  • Memiliki banyak pembaca
  • Menebar manfaat
  • Banyak yang menyukai tulisannya
I Hope semuanya bisa berjalan sesuai harapan dan sukses untuk kedepannya. 

Seru sekali ya mengenal profil Alfida, meskipun sebagai ibu rumah tangga yang kerap dipandang sebelah mata tapi tetap bisa berdaya melalui tulisan.

Semoga bisa menginspirasi kita semua dan mendapatkan manfaatnya. 

De Eka
프라나와 엄마. KDrama Lovers. Jung Yong Hwa fans.

Related Posts

9 komentar

  1. Mbak Eka penggemarnya Jung Yong Hwa ternyata? Duh ganteng sih emang, teges juga dia 😂😂 eh kenapa jadi salah fokus ke situ..

    Seneng deh banyak temen bloger yang sama kayak aku, ibu rumah tangga. Jadi berasa banyak dukungannya karena punya hobi dan kesukaan yang sama. Mbak Fida keren juga, bisa nulis antologi padahal ada bocil pasti riweuh. Semangat mamak mamak semua!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk JYH itu ganteng banget apalagi kalo berperan jd cowok dingin nambah level kerennya. Wkwkwk
      Kalo ketemu blogger IRT yg ttp berkarya itu bikin ikutan semangat

      Hapus
  2. Cerita Mbak Fida ngingetin banget zaman masih bingung pilih platform buat nulis. Pernah coba2 ikut nulis antologi cerpen. Alhamdulilah tercetak, tapi ngerasa insinyur banget lantaran blm ada pengalaman nulis, dan peserta lainnya nampak udah pro. Tapi, seneng jg cerpennya bisa dibukukan:D

    BalasHapus
  3. Eh aku kok kepikiran sama kata-kata ini Mba "Bisa dibaca oleh anaknya". Aku jadi mulai berfikir gimana caranya biar bisa direalisasiin sama aku. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mbk karena ada kemungkinan tulisan kita akan nangkring di page one google. Lalu dibaca sama anak kita kelak. Wah seneng banget jadinya. Atau nanti anaknya malah pengen nulis juga jd blogger

      Hapus
  4. Sepertinya merasakan hal yang sama galau memilih template..
    🤭

    Seorang sarjana tidak mesti merasa berakhir karyanya ketika menjadi Ibu rumah tangga.. iRt bukan sebuah profesi ya membuat kita berhenti berkarya..
    Alhamdulillah mba alfida bisa membuktikan itu.. Semangat mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba sarjana yg jd IRT itu tetap bisa berkarya. Apalagi jaman udah semakin memudahkannya. Mindset lama itu perlu kita rubah perlahan

      Hapus

Posting Komentar