iluhnuna

Alasan Ngeblog & Mengatur Waktu Ala Ibuk

21 komentar

alasan-ngeblog

Alasan kita harus punya why blogging tentunya sebagai landasan dan tuntunan perjalanan blogging kedepannya. Setiap orang pasti punya alasan ngeblognya masing-masing. 

Orang yang punya blog pasti suka menulis. Kalau ditanya apa sih alasan ngeblog atau the big why ngeblog? Awalnya adalah sebuah pelarian diri karena harus resign kerja. Jujur saja terbiasa sibuk dan menatap laptop seharian meskipun melelahkan tapi aku bisa menikmatinya. Karena ada hal yang bisa diceritakan dan ada pengalaman disana. Nah kalau berhenti kerja terus ngapain? Buka laptop juga mau ngapain? 

Nah sebagai istri dan juga ibu aku ingin bercerita sedikit tentang mengapa sih memilih untuk menulis di blog dan bagaimana cara mengatur waktu ngeblog bagi ibu.

Kapan Kenal Blog?

Kalau diceritakan awal mula aku mengenal blog itu kayak samar-samar. Aku dari dulu suka menulis. Menulisnya di buku diary yang berisi segala tumpahan cerita. Cerita cinta, rasa kesal, benci semua bercampur menjadi catatan perjalanan hidupku. Kalau dibaca lagi saat ini agak geli sih tapi ada sejarahnya. Oh ternyata itu yang terjadi pada tanggal sekian hari sekian. Oh ternyata perasaanku seperti itu.

Saat itu tahun 2015 aku kepikiran ingin membuka sebuah diary online. Entah apa yang aku ketikkan di google saat itu hingga aku bertemu dengan platform bernama blogspot. Istilah itu tidak asing karena aku pernah tahu kalau blogspot adalah sarana untuk menulis. Tapi aku tidak tau kalau itu blog. Saat itulah aku membuat akun di blogspot. 

Isinya berupa review buku dan puisi yang ngga jelas. Karena saat itu masih sibuk bekerja aku jadi tidak ingat dengan blog itu lagi. Karena memang awal pembuatannya tidak mengenal "big why blogging". Jadilah blog itu mangkrak. 

Kenapa Ngeblog?

Tahun 2020 aku harus resign kerja. Seperti yang aku bilang tadi kalau resign kerja terus mau ngapain? Selain sibuk ngurus anak dan suami serta pekerjaan domestik lainnya, pastinya aku punya waktu luang dong. Ngga mungkin yang sibuk 24 jam nonstop. Nah diwaktu luang tersebut apa yang harus kulakukan? Sementara aku tidak ingin menghilang dari dunia digital. 

Aku ngga mau cuma jadi orang yang mengurus dapur, cucian, kasur. Lalu saat orang atau bahkan suami bercerita tentang dunia kerjanya, tentang kegiatan online dan komputerisasi aku hanya jadi pendengar dan berkata "oh gitu ya" atau "duh aku gak tau". Saat itulah aku teringat dengan akun blogspotku yang tahun 2015 tersebut. 

Saat itu apasih alasan aku memulai ngeblog?

Alasan Memulai Blogging

alasan-memulai-blog

1. Menyalurkan Hobi

Aku teringat acara Hitam Putih yang dipandu oleh Deddy Corbuzier. Salah satu tamunya bercerita tentang dia mendapat penghasilan dari hobi. Awalnya aku mikir enak kali ya bisa menghasilkan uang dari hal yang kita sukai. Dari hobiku apakah bisa menghasilkan uang juga? itulah yang ada dibenakku.

Saat itulah aku memulai terjun ke dunia blogging dengan jalan otodidak dan meraba-raba. Dari jalur otodidak itu sampe aku nekat beli domain entah karena bisikan apa. Blog yang sudah berdomain itu isinya tentang hobi saya. 

2. Ingin Jadi Penulis

Aku suka menulis sejak SMP. Meski bukan tulisan berfaedah untuk umat banyak tapi bisa menenangkan diri. 

Ketika sekolah aku suka mencatat materi yang diberikan oleh guru. Bahkan aku suka meringkas buku pelajaran. Temen-temenku saat itu juga suka meminjam catatanku karena mereka bisa belajar lebih mudah dan pastinya menyalin catatan itu ngga mikir kan. 

Aku juga suka menulis cerpen. Bahkan saat itu aku suka bertukar cerpen dengan teman. Jadi tau dong apa kekurangan tulisan sendiri. Cerpen itu masih ada sampai saat ini, ketika aku baca lagi ada perasaan kagum sama diri sendiri "wah bisa nulis model begini juga aku". Yang kayak gini bisa jadi pengingat ternyata aku bisa. 

Itu adalah awal mula aku ingin jadi penulis. Tapi yang namanya menjadi penulis buku itu perlu perjalanan panjang dan aku tidak tau startnya dari mana. Itulah alasan aku menulis di blog. Selain menyalurkan hobi, bisa juga sebagai sarana latihan menulis. Karena menulis  kalimat pembukaan itu masih susah buat aku.  

3. Tempat Bercerita 

Kita pasti punya banyak hal yang ingin diceritakan kepada orang lain. Entah pengalaman berkunjung ke suat tempat atau cerita makan di restoran mewah bisa kita ceritakan di blog. 

Karena ruang lingkup blog itu jangkauannya lebih luas. Yah anggapannya kita sedang bekerja dibawah google. Ketika orang lain sedang butuh info dan mengetikan kata pencarian lalu blog kita muncul. Ada perasaan bahagia saat cerita kita dibaca oleh orang yang tidak kita kenal apalagi dibaca orang yang kita kenal. 

4. Agar Tidak Gaptek

Belajar itu tidak ada habisnya. Ilmu selalu berkembang. Kalau kita tidak bisa mengikuti perkembangan jaman maka kita akan tenggelam. Nah aku tidak ingin tenggelam. 

Blogging mempertemukanku dengan banyak pengalaman. Bisa kenalan dengan Google Search Console, Google Analytics meski bacanya masih meraba-raba. Kenalan dengan html blog. Bisa punya blog dengan akhiran dot com. Kukira dulu dot com itu hanya milik perusahaan. 

Intinya aku masih bisa membuka laptopku dengan tujuan. 

5. Sebagai Rekam Jejak

Menulis itu menciptakan sejarah. Dengan tulisan kita ada. 

Meskipun aku masih suka menulis di buku tapi ada beberapa tulisan yang enak dituliskan di blog. Siapa tau nantinya kita bisa dikenal karena tulisan yang kita buat seperti Raditya Dika. Impiannya ketinggian sih tapi nasib tidak ada yang tahu kan, yang penting tetap berusaha.


Waktu Ngeblog Ala Ibuk

tips-ngeblog-ala-ibu

Sejatinya setiap orang punya waktu nyamannya tersendiri. Waktu tenang saat bisa menulis tanpa gangguan dan ide bisa mengalir deras jadi menulis pun lancar. Aku adalah ibu dari 1 anak yang sangat aktif, Maklum anak laki-laki katanya memang begitu. Hidup di perantauan tanpa bantuan orang tua ataupun mertua.

Tips Mengatur Waktu Ngeblog Ala Ibuk :

1. Gunakan Waktu Tidur Anak

Biasanya aku mengerjakan pekerjaan rumah sambil ditemani anak. Jadi ketika waktu anak tidur pekerjaan domestik sudah selesai. Anakku tipe yang kalo tidur harus ditemani. 

Kalau anak sudah mulai tertidur saat itulah aku mulai menulis di blog atau utak atik blog.

2. Waktu Libur Suami

Satu hari sebelum suami libur biasanya kami ngobrol kalau weekend apakah mau jalan-jalan atau dirumah saja. Kalau dirumah saja aku bisa menulis di blog lebih lama dari biasanya. Karena anak bisa main bersama ayahnya. 

3. Catat Setiap Ide 

Sambil menemani anak bermain kita bisa mencatat ide yang tiba-tiba muncul di kepala. Aku biasanya mencatat di ponsel. Entah itu untuk judul artikel aja atau beserta poin-poin penjabarannya. Kalau ide dadakan untuk judul artikel ya udah tulis aja dulu, nanti poinnya biasanya aku jabarkan di buku sebelum di eksekusi.

4. Waktu Malam Hari 

Ini juga masih berkaitan dengan waktu tidur anak sih. Tapi menulis di malam hari biasnya lebih tenang karena minim gangguan dan waktunya bisa lebih lama. Tapi tetap perhatikan kesehatan. Ingat kata Bang Haji Rhoma Irama begadang boleh saja kalo ada perlunya. 

Semacam mengerjakan tugas dari Blogspedia Coaching ini. Kalau tidak mau ditendang maka segera selesaikan tugas meski harus begadang. 

Begitulah cerita awal mula aku ngeblog sampai menemukan alasan untuk ngeblog. Berbagi tips mengatur waktu ngeblog ala ibu rumah tangga. Semoga bisa memberi manfaat. 

De Eka
프라나와 엄마. KDrama Lovers. Jung Yong Hwa fans.

Related Posts

21 komentar

  1. Setuju, Ibuk, tiap orang punya waktu nyamannya sendiri. Walau tak menutup kemungkinan kenyaman perlu diciptakan (diusahakan) pula, hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyup betul, kita yang menentukan kapan nyamannya kita memulai menulis

      Hapus
  2. Suka tulisanmu mbak.. carat semua ide itu penting banget Ya,,karena klo kita nga çatar belum tentu kita dapat ide itu lagi..ayoo kita semangat sukses untuk kita semua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbk, kalo disimpan di otak ntar ketumpuk sama pikiran lain jadi hilang itu ide. Hehe

      Hapus
  3. Bener banget, setuju emang harus disesuaikan dengan sikon masing-masing ya so bisa enjoy nulisnya 👍🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biar enjoy dan nulisnya juga enak minim gangguan.

      Hapus
  4. Wah semangat ibuk, Kadang saya suka ngerasa bangga sendiri kalau lihat ibu-ibu tetap produktif menulis hehe. Terimakasih mba sudah membagikan tips untuk tetap produktif menulis di blog sebagai ibuk :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbk. Kita harus bangga sebagai ibu2 bisa ngeblog. Karena tugas kita lebih banyak. Hehehe

      Hapus
  5. Bener banget mbak, ngeblog anti gaptek, pas mulainya berasa muncrat semua isi kepala

    BalasHapus
  6. bener banget buk, meskipun jadi ibuk tak membuat semangat kita mlempem justru semakin membuat kita semangat untuk terus menggali potensi yang ada di diri kita ya buk...

    BalasHapus
  7. Ibuuuk suka dan setuju sama mengatur waktu nya ala ibuk, bener2 memanfaatkan celah yang ada tapi tetap bijak.. dan catat setiap ide ini jadi penting agar ga terbang idenya ya buuk 🙈
    Alasan blogging agar tetap up to date dengan teknologi di era digital saat ini juga reasonable banget dan dengan ngeblog akan ada rekam jejak kebaikan 😀
    Thank you, buuk udah sharing tulisan yang bermanfaat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbk. Pokoknya kita harus selalu up to date tentang teknologi

      Hapus
  8. Waktu ibu rumah tangga itu lebih sempit, tapi banyakan ibu rumah tangga yang rutin dan lebih semangat ngeblog ya. Saya yang masih single suka minder ngeliatnya :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap semangat mbk. Yg single malah punya kelebihan loh. Lebih leluasa di waktu. Jangan disia2in mbk. Tetap semangat yuk

      Hapus
  9. Bener banget mbak, kalo blog udah muncul di serp itu rasanya kayak "wah aku ada manfaatnya nih sebagai manusia" hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ih iya kalo berhasil nangkring di halaman pertama google aja rasanya seneng.

      Hapus
  10. Suka banget sama tulisannya mbak Eka. Aku seperti baca perjalanan diriku sendiri. Sama seperti komennya mbak Eka di blogku, kita senasib. Bedanya tulisan mbak Eka bagus, ringan dan enak dibacanya. Jauh beda sama tulisanku yang masih berantakan. Bersyukur partner nya mbak Eka, yg satu visi misi alasan ngeblog 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih mba... awal baca tulisan mba fida saya juga langsung suka krn berasa liat perjalanan diri sendiri. penyampaiannya juga mengalir.

      Hapus

Posting Komentar