iluhnuna

Kesan Membaca Novel Agensi Rumah Tangga Almira Bastari

Posting Komentar
Review novel Agensi rumah tangga

Novel Agensi Rumah Tangga ini termasuk buku yang sudah cukup lama nangkring di rak buku alias TBR. Bahkan masih terbungkus rapi.

Sebagai pembaca segalanya, tentu harus ada selingan genre agar tidak bosan. Akhirnya buku ini terjamah juga. 

Sebelumnya buku ini merupakan hadiah yang aku dapat dari komunitas blog. Hanya saja aku lupa dari komunitas apa. Terimakasih hadiah bukunya. Sangat bermanfaat. 

Identitas Buku

Judul: Agensi Rumah Tangga

Penulis: Almira Bastari

Tahun Terbit: 2024

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 272

ISBN: 978 602 067 8085

Jenis Buku: Novel

Kategori: Fiksi

Blurb

PHK! Tiga huruf yang mengguncang dunia Katia yang selama ini bangga banget kerja di startup. Berbulan-bulan menganggur, terjepit cicilan KPR, ditambah ocehan ibunya yang pensiunan PNS, Katia nekat membuat rumahnya menjadi yayasan penyalur pembantu.

"Agensi Rumah Tangga solusi rumah tangga anda. Ada yang bisa saya bantu?" Adalah tagline Katia. Mengadu keberuntungan dengan cara memilih siapa yang paling cocok untuk tiap calon majikan, membuat hidup Katia yang pengangguran makin penuh drama, mulai dari pembantu genit, suka pinjam duit sampai suka berkelit!

Apakah Katia akan selalu berhasil menempatkan tiap ART ke majikan yang tepat, agar bisa dapat uang cepat, demi menyelamatkan rumah yang cicilannya nyaris telat?

Kesan Membaca Novel Agensi Rumah Tangga

Ini merupakan pertama kalinya aku membaca buku karya Almira Bastari. Padahal karya beliau banyak yang best seller bahkan sudah sering diadaptasi menjadi film. 

Seperti buku Resign! yang aku tahu tampang bukunya bahkan sempat hangat jadi pembicaraan di kantorku dulu. Cuma ya begitu lah...

Kisah yang Sangat Relate

Ternyata aku suka novel inspiratif ini. Kisahnya sangat relate dengan kehidupan nyata. Bahkan diluar drama pembantu itu. Menurutku emang inspiratif. Ide bisnis yang anti mainstream.

Aku suka bagian cerita Siti yang naksir Banu, si bapak majikan. Ternyata manusiawi dan memang begitulah sudut pandang seorang "embak". 

Emang bener kata-kata bijak yang bilang "Yang terlihat tak berguna dimata kita bisa jadi terlihat berharga di mata orang lain"

Narasi ini sangat nyata adanya

"Di kampung saja, kuli bangunan boro-boro mau cuci piring. Yang ada malah istri yang harus menyiapkan segalanya, beberes, dan harus nurut. Memang beda manusia perkotaan, elite betul, begitu pikir Siti. Ia mulai berandai-andai punya suami seperti Banu" halaman 87 

Sebuah sudut pandang yang memang begitu adanya. Kalau di desa entah kenapa selalu ada yang namanya "kerjaan perempuan". Dapur, cuci mencuci dan menyapu seolah pekerjaan "haram" untuk disentuh laki-laki. 

Kalaupun ada yang melakukannya biasanya istrinya seorang TKW. Jikapun sang istri dirumah, pasti dicap suami takut istri. 

Ketegangan Ibu & Katia

Konflik Katia dan ibunya juga tak kalah menarik. Kisahnya sangat dekat dengan diriku. Meski objeknya itu bukan aku.

Bagaimana si ibu yang selalu memaksa Katia untuk kerja sebagai PNS saja. Meski dari segi gaji sangat jauh ketika Katia masih kerja di startup. Katia sudah bisa membeli mobil dan mencicil rumah dari gajinya itu.

Namun kalau bukan PNS seolah kerjaan itu tak ada apa-apanya. Pun ketika Katia membuka usaha Agensi Rumah Tangga. Ibunya memandang rendah usaha anaknya. Intinya mending kerja lagi aja deh, yang dapat penghasilan bulanan tetap. Bukan usaha penyalur pembantu.

Ah konfliknya pokoknya ngena banget. Khas gaya orangtua jaman dulu yang memandang kerjaan oke itu ya PNS. 

In the End novel ini akan segera di filmkan yang tayang pada September 2026 nanti lho. Semoga bisa menulis ulasan filmnya ya. 

De Eka
프라나와 엄마. KDrama Lovers. Jung Yong Hwa fans. Bucinnya Suga & Jekey!
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar