iluhnuna

Pertimbangkan 6 Alasan Membaca Buku Fisik

2 komentar
alasan membaca buku

Salah satu kebahagiaan sederhana ala aku adalah membaca buku. Ketika masih masa bujang salah satu tempat untuk aku membunuh waktu adalah toko buku. Ada banyak alasan membaca buku sebagai salah satu hobi yang menyenangkan.

Kalau sudah di toko buku itu kadang suka lupa waktu bahkan lupa diri. Rasa-rasanya semua buku ingin dibeli. Tapi apa daya isi dompet ini tidak bisa menjangkau semua itu.

Karena perkembangan teknologi sekarang ini membaca buku bahkan bisa lebih dimudahkan. Kita bisa membaca buku bahkan dari perangkat smartphone kita. 

Buku digital atau biasa dikenal e-book kini hadir dengan kemudahan aksesnya. Bahkan ada juga yang bisa diakses secara gratis. E-book dapat hadir dalam berbagai format seperti PDF, ePub dan banyak format lainnya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apa alasan membaca buku fisik ditengah kemudahan membaca e-book?

Aku Memilih Buku Fisik

Akhir-akhir ini aku kembali menekuni hobi membacaku. Tentu saja aku punya alasan kuat untuk kembali ke masa-masa aku mencintai buku. 

Berada di antara pilihan membaca buku secara fisik dan digital aku lebih memilih buku fisik karena beberapa alasan kuat.

Inilah alasanku membaca buku fisik. 

1. Mengistirahatkan Mata

Alasan terbesarku ketika kembali membeli buku adalah terkait kesehatan mata. Sebagai mom blogger yang lebih banyak beraktifitas di depan laptop tentu saja membuat mata cepat lelah. 

Belum lagi aku juga suka menonton drama Korea. Kalau dulu bahkan hampir 24 jam mata ini terpapar cahaya biru dari layar gadet. Anak drakor lovers yang suka begadang nonton drama kalau libur kerja. 

Meski sekarang sudah tidak lagi bekerja aku tetap berusaha berdaya melalui hobi menulis yang aku salurkan lewat menulis di blog ini. 

Menjadi mom blogger yang bekerja di rumah menurutku intensitas terpapar cahaya biru layar itu bahkan lebih parah lagi. 

Ada yang namanya begadang menyelesaikan deadline. Belum lagi aktifitas lain yang dikerjakan melalui smartphone. 

Mungkin karena bertambahnya usia mata ini sudah tidak bisa lagi diajak menatap layar lama-lama. Muncullah gejala migren yang jadinya mengganggu aktifitas emak. 

Karena itu aku memutuskan membaca untuk mengisi waktu kosong yang tersisa sekaligus mengistirahatkan mata dari cahaya biru layar. Daripada gabut dan bengong tidak jelas. 

2. Memberi Contoh Kepada Anak

buku anak

Aku lebih suka menasehati anak dengan memberi contoh langsung kepadanya. Dan ini menurutku berhasil. 

Anak itu peniru ulung. Belum lagi di usia yang sekarang ini dia lebih banyak protesnya. 

Ketika ibu bekerja didepan laptop dia akan meminta untuk bermain hp. Jadilah kita harus win win solution kan. 

Selesai ibu bekerja anak juga selesai bermain gadget. Itu adalah aturanku. Meski ini sebenarnya membatasi jam menulis ibu juga.

Sambil menemani dia bermain aku juga ditemani satu buku. Pada akhirnya dia pun kepo kan dari melihat sampul buku sampai ke dalamnya.  

"kok buku ibuk tulisannya panjang-panjang sih. ngga kayak buku aku" katanya

Ini adalah kesempatan untuk mempengaruhi dia belajar membaca. Dan ini efektif. Akhirnya dia mulai mau belajar membaca tanpa paksaan.

3. Perasaan Ketika Menyentuh Buku

Membaca buku fisik itu memberikan suatu kebahagiaan saat kita menyentuhnya. Aroma buku baru itu sangat menenangkan.

Selain itu aku tipe orang yang suka mencoret-coret buku. Tapi bukan sembarang coretan apalagi coretan kegalauan. Ketika membaca aku pasti ditemani stabilo atau alat tulis lainnya. 

Aku suka memberi tanda pada kalimat yang aku anggap penting dan bagus. Ini kebiasaan dari jaman sekolah sih sepertinya.

Aku bukan tipe orang yang suka melihat buku yang bersih. Tanda buku sudah pernah aku baca atau pelajari adalah buku yang ada jejaknya.  

4. Teman Perjalanan

Karena aku merasa sudah kecanduan sekali dengan gadget jadi aku merasa harus mengurangi intensitas bermain hp. 

Aku tidak mau membiarkan diriku dikendalikan gadget. Bahkan kini ketika keluar rumah aku jarang memainkan gadget kecuali ada notifikasi penting. 

Ketika mudik yang menempuh perjalanan panjang aku iseng saja membawa satu buku di dalam tas. Nanti mungkin bisa kubaca kalau lagi gabut daripada main hp. 

Ternyata asik juga membaca buku di dalam kereta. Jadi ada aktifitas bermanfaat untuk membunuh waktu.

5. Koleksi

Membaca buku secara fisik mungkin bagi sebagian orang agak ribet ya karena pasti akan memenuhi ruangan. Jadi harus menyiapkan tempat atau rak untuk menaruh buku-buku. 

Kalau aku justru senang melihat deretan buku yang berjajar rapi di rak. Ada nilai koleksi dalam membaca buku fisik.   

6. Kepuasan & Kenangan

Selain sebagai koleksi ada juga nilai kepuasan dan kenangan jika mempunyai buku fisik. Ada kepuasan tersendiri yang dirasa saat aku bisa membeli buku yang sudah lama diidam-idamkan.

Dalam kepuasan itu juga ada nilai kenangan. Seperti jejak yang pernah aku tinggalkan ketika aku membaca suatu buku. 

Kesimpulan

Diera gempuran buku digital atau e-book aku tetap menyukai buku fisik. Ada enam alasan mengapa aku memilih membaca buku fisik.

Alasan membaca buku fisik salah satunya adalah mempengaruhi anak untuk menumbuhkan minat membaca sejak dini. Kalau teman nuna lebih suka membaca buku fisik atau e-book? 

Yuk sharing! 


De Eka
프라나와 엄마. KDrama Lovers. Jung Yong Hwa fans. Bucinnya Suga & Jekey!

Related Posts

2 komentar

  1. Can't deny... Baca buku fisik itu sensasinya beda. Tapi gue telah mendonasikan ratusan koleksi buku karena hidup nomaden sehingga lumayan ribet membawa-bawanya saat pindahan. Jadi sekarang memilih go digital. Dan kalau kangen buku fisik, pergi nongkrong ke perpusnas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali sensasinya itu yg tidak ada kalau baca buku digital.

      Hapus

Posting Komentar