iluhnuna

Menjadi Ibu Adalah Belajar Seumur Hidup

Posting Komentar
menjadi ibu yang baik

Siapa yang sering mendengar kalimat sekolah tidak perlu tinggi-tinggi toh nanti akan menjadi ibu rumah tangga. 

Sakit.... Tapi untungnya aku tidak pernah mendapat pernyataan itu tertuju padaku. Apalagi dari orang tua sendiri.

Tidak tahu kalau ada bisikan di belakang ya. Aku juga tidak mau tahu lah. 

Menjadi ibu adalah proses belajar seumur hidup. Semua ibu pasti setuju dengan pernyataan ini. Setelah menjadi ibu kita tidak bisa lagi cuek apalagi terhadap anak. 

Mulai dari lahir sampai dewasa pun kita harus bisa menjadi tempat anak untuk pulang dan berkeluh kesah. 

Jabatan Seorang Ibu

Bagiku bukan hanya ibu pekerja saja yang memiliki jabatan. Ibu rumah tanggaIbu rumah tangga juga punya jabatan loh. Bahkan sejak menikah saja sudah langsung punya gelar istri. 

Istri yang menjabat sebagai kepala koki dan kepala kebersihan rumah. Setelah hamil dan melahirkan auto naik jabatan lagi menjadi Ibu. Langsung dipanggil Ibu mawar (nama anak adalah mawar). 

Sampai asing kalau dipanggil dengan nama sendiri. Untung belum lupa dengan nama sendiri saking ngga pernah ada yang manggil dengan nama sendiri. 

Beberapa tahun kemudian auto naik jabatan lagi kan. Saat ini jabatanku sebagai MakGojek dan Bu Guru pribadi. 

Anakku saat ini sudah berusia 5 tahun. Otomatis sudah menjadi ibu pengantar jemput anak sekolah. Plus kalau di rumah auto jadi bu guru yang dihujani berbagai pertanyaan ajaib. 

Ibu Adalah Pembelajar

Jadi keinget drama Korea yang menampilkan bagaimana anak mempelajari sampai meniru perilaku ibunya. 

Sebut saja drama fenomenal Queen of Tears karakter Eun Seong. Dia melihat perilaku ibunya sedari kecil yang begitu rubahnya. Jadilah dia pribadi seperti Eun Seong toxic ini.

Bahkan drama Flex x Cop juga menampilkan bagaimana anak melihat dan mendengarkan perkataan ibunya sehingga menjadikan dia pembunuh bahkan sejak anak-anak.  

Menjadi ibu itu memang tidak pernah mudah. Terlebih ketika anak sudah memasuki usia sekolah.

Suatu ketika anakku yang ceriwis tiba-tiba bertanya

"ibu...ibu... bahasa inggrisnya angka 1 apa?"

ibu menjawab. 

"kalau bahasa koreanya?"

ibu masih bisa menjawab

"kalau bahasa jepangnya?"

untung masih ingat bahasa jepang jaman sekolah. jadi bisa jawab. lanjut lagi

"kalau bahasa arabnya?"

Oke ibu menyerah. 

Bayangkan satu pertanyaan saja bisa jadi panjang. Bagaimana jika ibu tidak terpelajar? Itu baru pertanyaan dari segi bahasa. Belum lagi pertanyaan lainnya yang kerap ia lontarkan. 

Rasa ingin tahunya yang besar membuat ibu harus banyak belajar demi menjawab pertanyaan anak ini. 

Tantangan terbesarku saat ini adalah mengajarkan membaca. Hal yang terlihat remeh jika tidak menjadi ibu tapi ternyata sangat menantang ketika harus terjun langsung.

Ibu harus memikirkan strategi menyampaikan penjelasan yang bisa dengan mudah diterima oleh anak. Salut banget dengan guru-guru PAUD. 

Aku sebagai ibu yang mengajari satu anak saja bisa keluar tanduk apalagi ibu guru ini yang mengajar banyak anak di sekolah. 

Kesimpulan

Menjadi ibu adalah proses belajar seumur hidup. Mengajari anak agar menjadi anak yang pintar dan beradab adalah tugas yang harus diemban orang tua.   

Sebagai ibu yang menyandang banyak gelar jabatan memang tidak mudah. Apalagi jika sudah menjabat sebagai ibu guru privat bagi anak. 

Ada saja tantangannya. Bahkan dimulai dari mengajar anak membaca untuk persiapan masuk sekolah dasar. 


De Eka
프라나와 엄마. KDrama Lovers. Jung Yong Hwa fans. Bucinnya Suga & Jekey!

Related Posts

Posting Komentar